1 Okt 2011

WILMAR >> Tak sebaik yang anda kira


Kelapa Sawit merupakan komoditas primadona bagi konsumsi masyarakat dunia hingga saat ini.

Buah kelapa sawit dengan produk hasil olahannnya berupa Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel sudah menjadi bahan pokok bagi berbagai macam produk pangan dan non pangan (makanan, kosmetik, Minyak goreng dan margarin) serta produk sampingan lainya yang berasal dari limbah komoditi sawit ini.

Selain produk pangan dan non pangan tersebut, produk olahan kelapa sawit juga menjadi  salah satu energi alternatif sebagai bahan bakar minyak nabati (bio fuel) karena energi yang berasal dari minyak bumi yang berasal dari fosil mulai menipis. 

Kondisi ini jelas membuat komiditi kelapa sawit semakin digemari oleh banyak negara dan pengusaha pemilik modal untuk terus berupaya menguasai lahan-lahan potensial sebagai perkebunan monokultur ini. Terbukti pada tahun 2010 saja tercatat pertambahan daftar jumlah orang terkaya didunia yang kekayaannya dari hasil usaha sektor perkebunan Kelapa sawit. ( forbes )

Indonesia Sebagai Negara Penghasil CPO Terbesar Dunia
Memiliki luas wilayah dan kesuburan tanah yang sangat baik menjadikan pemerintah Indonesia sangat berambisi dalam pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit.  Kelapa Sawit dengan Produk olahannya berupa Crude Palm Oil (CPO) dan Karnel menjadi salah satu sumber utama devisa negara dan sejak tahun 2007 Indonesia tercatat sebagai negara pemasok nomor satu terbesar produk CPO ke pasar Internasional.

Respon pemerintah atas permintaan pasar ini kemudian didukung dengan kebijakan untuk membuka perkebunan sawit skala besar. Hingga saat ini luasan perkebunan sawit di Indonesia yang eksisting mencapai 9,4 juta hektar dan akan terus di genjot sampai dengan 15-20 Juta hektar (sawit watch, 2011), dimana lebih dari 80 % total luas kebun sawit di Indonesia saat ini di kuasai oleh perusahan swasta.

PMA Kuasai Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Kalimantan Tengah
Di provinsi Kalimantan Tengah telah di alokasikan areal seluas 4,5 juta hektar untuk perkebunan besar swasta (PBS), terdiri dari 104 PBS yang sudah operasional seluas 1,7 juta hektar dan 196 PBS belum operasional dengan luas 2,8 juta hektar. (Sumber : Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, tahun 2006).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar dikuasai oleh Penanam Modal Asing (PMA) terutama pengusaha asal malaysia pengusaha, ada beberapa beberapa group di industri perkebunan kelapa sawit yang menguasai lahan-lahan di kalimantan tengah, diantaranya adalah Sinar Mas Group, Golden Hope & Ghutrie, Astra Agro, Makin Group, Medco dan Wilmar Group.

berikut adalah beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit asal asing yang beroprasional di Kalimantan Tengah :
Data Perkebunan Milik Asing yang beroprasional di Kalteng (doc. Save Our Borneo 2007)






Siapa Wilmar??
Wilmar International merupakan salah satu perusahaan konglomerasi bisnis yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini berkecimpung ke dalam sektor agribisnis seperti merchandising, produksi produk-produk konsumsi dan perkebunan kelapa sawit. Cakupan pasar yang dimiliki oleh Wilmar International ialah Eropa, China, Vietnam dan Indonesia. (sumber : www.vibiznews.com)


Pada jajaran Board of Director perusahaan tersebut terdapat nama Martua Sitorus, pengusaha Tionghua asal Indonesia ini memegang jabatan sebagai Co-Founder sekaligus CEO dari perusahaan tersebut.


Lebih dari itu, Martua Sitorus juga lah yang pertama kali mendirikan coorporasi ini. Lelaki yang baru berusia 51 tahun ini berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia adalah sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara. Martua Sitorus tak sendirian dalam mengembangkan Wilmar Corporation. Pada akhir 1980-an, ia menjalin kemitraan dagang dengan Kuok Khoon Hong. Pria berusia 57 tahun ini adalah keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan properti asal Malaysia. 


Nama Wilmar sendiri sebenarnya adalah singkatan dari kedua nama pengusaha ini, yaitu William, nama lain dari Kuok Khoon Hong, dan Martua Sitorus. Mereka berdua adalah pemilik signifikan Wilmar Holdings Pte Ltd (perusahaan holding Wilmar International Ltd.)


Sepak Terjang Wilmar di Kalimantan Tengah
Group Wilmar di Kalimantan Tengah merupakan pemain baru di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebagian besar wilayahnya  dengan melakukan pemebeluan terhadap perusahaan-perusaahan milik PPB Palm Oil pada juli 14 2007. Dari merger tersebut wilmar menguasai 18 unit PBS dengan jumlah luasan   288. 000 ha yang berlokasi di daerah kabupaten kotim dan seruyan.


Ini merupakan kekuatan baru perkebunan sawit di kalimantan tengah karena wilmar group dengan aliansi ADM-Kuok- Wilmar merupakan pemain besar di sektor persawitan dan mengausai lebih dari sepertiga eksport minyak sawit dari indonesia bersama cargill, golden hope dan sinar mas.


Perusahaan ini juga mengklaim sebagai produsen biodisel berbasis minyak sawit terbesar di dunia dan meliki . Wilmar mengusai hampir 1 juta ha kebun di indonesia dan malaysia, juga memiliki 61 unit pabrik pengolahan CPO di seluruh dunia dengan kapasitas 15 juta ton per tahun. Dan mesarkan produknya hampir di 30 negara di dunia.


Mengingat reputasi perusahaan ini sangat berkuasa di dalam perdaganagan minyak sawit di dunia tentunya dia akan mengunakan kekuatan modalnya untuk mengakumulasi keuntungan. Hal ini sangat kontras dengan paraktek-prakteknya di lapangan terutama pembukaan kebun-kebun di wilyah konsesinya disetiap daerah tidak terkecuali di kabupaten seruyan dan kota waringin timur  Kalimantan Tengah. 


Tidak ada komentar:

Anda peduli upaya penyelamatan Hak Rakyat dan Hutan Kalimantan? silahkan berikan donasi anda