19 Jan 2012

Pengelolaan Kawasan Oleh Masyarakat di Kabupaten Seruyan (Bagian KeLima)



1.1.4.   Desa Salunuk
A.  Kondisi Geografis
Desa Salunuk merupakan bagian dari wilayah administrative kecamatan Seruyan Raya, desa salunuk memiliki luas 231 km2, pusat pemerintahan dan aktivitas desa terletak di Km 78 jalan trans Kalimantan Sampit – Pangkalan Bun.
Desa Salunuk memiliki kontur daratan berupa dataran rendah dengan tanah yang sangat subur adalah gambaran umum wilayah desa Salunuk.
Desa ini merupakan desa pemekaran dari desa Terawan. Dahulu desa salunuk merupakan sebuah dukuh tempat masyarakat desa Terawan bertani padi ladang dan sempat menjadi salah satu basis penghasil tanaman pangan di kabupaten Seruyan yang dapat mensuplai desa-desa disekitarnya[1].

B.  Keadaan Sosial Budaya
Jumlah penduduk
       Penduduk desa Salunuk berjumlah 1.154 jiwa yang terdiri dari 580 jiwa penduduk laki-laki dan 574 jiwa perempuan serta terdiri dari 348 kepala keluarga[2].

Suku bangsa yang ada
       Karena letak desa ini berada di pinggir jalan raya trans Kalimantan, maka banyak masyarakat dari berbagai desa seperti ; desa lampasa, terawan dan desa-desa sekitar yang datang dan menetap di desa ini. Adapun suku-suku yang mendiami desa Salunuk antara lain : suku Dayak, suku Banjar, jawa, bugis, batak dan lain sebagainya[3]

Sarana dan prasarana umum
Sarana dan prasarana umum yang terdapat di desa ini antara lain sekolah, puskesmas, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan desa. Desa Salunuk memiliki 3 buah lembaga masyarakat berupa kelompok tani yang berusia cukup lama. Tujuan utama dibentukknya kelompok tani adalah untuk membantu ketersediaan pupuk, bibit, dan bantuan modal bagi petani.
Dalam perkembangannya kelompok tani yang dibentuk tersebut kurang dapat mengakomodir kepentingan umum kaum tani yang ada di desa ini, hal ini dapat dilihat dari kurangnya lembaga/ kelompok tani ini membantu perjuangan warga khususnya kaum tani yang sedang mengalami sengketa lahan dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Agama dan kepercayaan
Sebagian besar warga desa Salunuk memeluk agama Islam, Hindu, Kaharingan dan Kristen.

C.  Sumber Ekonomi
Mata Pencaharian
Kegiatan bercocok tanam di sawah atau kebun masih menjadi andalan utama warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Komoditas tanaman pangan, seperti padi, sayur, dan buah-buahan masih dikembangkan sebagian warga. Meski harus bertarung dengan laju perluasan areal perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap tanah-tanah subur warga. Sebagian masyarakat yang sudah tidak memiliki tanah pertanian lagi, berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan membuka usaha di sektor perdagangan dan jasa. Dan sebagian lainya kini bekerja sebagai Buruh harian lepas di perusahaan Perkebunan kelapa sawit, antara lain : PT. Agro Indomas,

1.1.5.   Desa Terawan
A.  Kondisi Geografis
Sejak awal tahun 2010, setelah adanya pemekaran kecamatan Danau Sembuluh menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Danau Sembuluh dan Kecamatan Seruyan Raya, desa terawan masuk dalam wilayah administrative kecamatan Seruyan Raya. Desa ini terletak di pinggir sungai Rungau yang bermuara ke Danau sembuluh. Desa dengan luas 269 km2 ini berbatasan langsung dengan desa Selunuk di sebelah timur, desa bangkal di sebelah selatan dan Desa Lenpasa di sebelah baratnya.

B.  Keadaan Sosial Budaya
Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk yang mendiami desa ini berjumlah 998 jiwa yang terdiri dari 291 Kepala keluarga KK, 520 jiwa penduduk berjenis kelamin Laki-laki dan 478 jiwa penduduk berjenis kelamin Perempuan. 

Suku bangsa yang ada
Penduduk yang mendiami desa ini terdiri dari beberapa suku bangsa, yakni, suku banjar, dayak dan beberapa pendatang yang berasal dari suku  jawa dan bugis.

Sarana dan prasarana umum
Desa Terawan tergolong desa yang memiliki sarana dan prasana cukup lengkap diantaranya; Balai desa dan kantor kepala desa yang dibangun bisa dikatakan baik dan permanen, sarana pendidikan juga sudah memadai yakni adanya sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sedangkan untuk mengenyam pendidikan kejuruan (SMK) masyarakat masih menggunakan fasilitas yang ada di desa Sembuluh dan Desa Bangkal.
Sarana ibadah juga cukum memadai, hal ini terlihat pada saat observasi dilakukan. Akses jalan juga sudah cukup memadai desa ini, untuk menuju ke desa ini dapat dilalui dengan menggunakan 3 (tiga) jalur darat, yakni melalui pintu masuk PT. Agro Indomas, melalui Pintu masuk PT. HMBP serta jalan tembus dari desa Selunuk.

Agama dan kepercayaan
Mayoritas penduduk desa Terawan memeluk agama Islam dan sebagian kecil warga yang beragama Kristen.

C.  Sumber Ekonomi
Mata pencaharian
Mata pencarian utama masyarakat desa Terawan sebelum adanya perkebunan kelapa sawit diwilayah ini adalah sebagai Petani Ladang dan Nelayan, namun setelah masuknya perkebunan kelapa sawit PT. Agro Indomas pada tahun 1996, masyarakat banyak yang beralih profesi sebagai penambang emas dan buruh di perkebunan kelapa sawit. Hal ini dikarenakan ladang dan sungai yang sebelumnya menjadi tumpuan utama masyarakat sudah hilang dan rusak. Sejak tahun 1998 air sungai rungau sudah tidak dapat dikonsumsi lagi dan banyak ikan yang mati, sehingga masyarakat saat ini sangat menggantungkan sumber air bersih dari sumur galian dan bantuan dari PT. Agro Indomas. Namun bantuan dari perusahaan ini saat ini terbatas pada beberapa warga


[1] Hasil wawancara dengan Bapak Titok Kurdias, Camat Seruyan Raya, tanggal  10 Febuari 2011.
[2] Arsip Kecamatan Seruyan Raya, Data Sementara sensus kecamatan tahun 2010.
[3] Belum ada data resmi mengenai jumlah suku-suku yang mendiami desa salunuk, informasi ini hanya merupakan keterangan dari camat seruyan raya.

Tidak ada komentar:

Anda peduli upaya penyelamatan Hak Rakyat dan Hutan Kalimantan? silahkan berikan donasi anda