19 Jan 2012

Pengelolaan Kawasan Oleh Masyarakat di Kabupaten Seruyan (Bagian Kedua)


1.1.    Profil Singkat Desa-Desa Sasaran Riset

1.1.1.   Desa Sembuluh I
A.    Kondisi Geografis
Desa Danau Sembuluh I memiliki Luas wilayah 182 Km2 memiliki dataran yang bervariasi namun didominasi oleh daerah dataran rendah dan rawa-rawa di sepanjang pinggiran Danau Sembuluh.[1] Desa Danau Sembuluh I masuk dalam kecamatan Danau Sembuluh. Perkembangan Saat ini Desa Sembuluh I sedang dalam Proses pemekaran kecamatan baru yakni Kecamatan Sembuluh Raya.[2]
Selain diperuntukan bagi areal pemukiman, lahan-lahan yang ada juga dikembangkan oleh warganya menjadi ladang dan areal perkebunan karet, Jagung dan sayur mayur. 


B.    Keadaan Sosial dan Budaya
Jumlah penduduk
Penduduk desa Danau Sembuluh I berjumlah 2.904 Jiwa yang terdiri dari 1.494 jiwa laki-laki dan 1.410 jiwa Perempuan.

Suku bangsa yang ada
Ragam suku bangsa yang mendiami desa danau Sembuluh I antara lain : Banjar, Dayak, Jawa, Flores, Madura, dan Bugis. Suku bangsa Banjar merupakan suku bangsa mayoritas di desa ini. Mereka juga kerap disebut dengan suku bangsa Banjar Danau Sembuluh atau orang Banjar yang asli berasal dari desa tersebut dan bukan merupakan pendatang.

Sarana dan prasarana umum
Sebagai salah satu desa di kecamatan Danau Sembuluh yang memiliki jumlah penduduk lebih besar dibandingkan desa-desa lainya, Desa sembuluh telah memiliki sarana dan prasarana umum yang cukup memadai. Selain diperuntukkan bagi warganya, sarana umum tersebut juga dapat membantu atau sering diakses warga di desa-desa lain di sekitarnya, seperti desa sembuluh II, Bangkal, Terawan, dan Tabiku.
Di samping sarana pendidikan, kesehatan, dan ibadah, di desa Danau Sembuluh I juga terdapat pembangkit listrik tenaga diesel. Meski daya yang dimiliki sangat terbatas (hanya bisa dinyalakan selama 12 jam), dan sebuah pengolahan air  bersih milik PDAM.  
       Sarana dan prasarana tersebut merupakan sarana dan prasarana bersama antara desa Sembuluh I dan Desa sembuluh II.

Agama dan Kepercayaan
Agama Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh semua warga desa Danau Sembuluh I. Hampir seluruh warga desa Danau Sembuluh I adalah muslim. Sangat jarang atau bahkan tidak ada warganya yang memeluk agama/ kepercayaan selain Islam.  

C.      Sumber ekonomi
Mata pencaharian
Pada masa sebelum tahun 1996, sebagian besar masyarakat desa sembuluh I mengandalkan sektor kehutanan (kayu dan non kayu), pertanian dan perikanan air tawar sebagai tumpuan hidup utama. Areal kelola pertanian masyarakat khususnya pertanian padi ladang tersebar di berbagai wilayah yang kini telah dimekarkan menjadi beberapa desa administrative, seperti Desa Terawan, Desa Lanpasa, Desa Tabiku, dan Desa Selunuk.[3]
Masyarakat desa Sembuluh I juga sangat dikenal sebagai pembuat perahu kayu yang handal, Pekerjaan membuat bodi kapal sudah dilakukan oleh masyarakat setempat sejak bertahun-tahun yang lampau. Membuat kapal dengan berbagai ukuran kecil sampai ukuran besar (Panjang 10 meter sampai 30 meter dan dari lebar  6 meter sapai 12 meter) merupakan salah satu jenis pekerjaan masyarakat  desa Sembuluh yang telah mereka kerjakan secara turun temurun dari Nenek Moyang mereka hingga sekarang. Kapal yang dibuat pada umumnya sudah dipesan oleh pembeli, jadi para pengrajin baru bekerja membuat kapal jika sudah ada pesanan dari orang lain. Adapun orang-orang yang memesan Kapal berasal dari berbagai daerah, seperti ; Surabaya, Semarang, Madura, Bugis, Banjarmasin, serta daerah-daerah lain. Harga kapal itu bervariasi tergantung dari bentuk dan ukuran, namun rata-rata harga 1 buah kapal yang sudah jadi berkisar antara Rp. 35.000.000,- sampai Rp. 250.000.000,-.
Kemudian sejak maraknya pembukaan areal perkebunan kelapa sawit yang dimulai pada awal tahun 1995-an hingga saat ini, masyarakat desa Sembuluh I mulai beralih profesi menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit.
Selain adanya kebijakan Pemerintah soal pemberantasan Ilegal logging dan larangan pembakaran lahan untuk berladang, juga semakin sempitnya kawasan hutan dan lahan-lahan perladangan akibat di konversi menjadi perkebunan kelapa sawit, menjadi alasan utama sebagian besar masyarakat memilih untuk menjadi buruh di perkebunan besar swasta kelapa sawit.
Pertanian pangan seperti padi sawah dan peternakan kini mulai dikembangkan oleh sebagian warga desa Danau Sembuluh I. Meski hasil yang didapat tidak menentu tapi upaya pengembangan tersebut masih terus dijalankan[4]. 

1.1.2.   Desa Sembuluh II
A. Kondisi Geografis
Secara umum keadaaan geografis Desa Danau Sembuluh II tidak berbeda dengan desa Sembuluh I, memiliki Luas wilayah 84 Km2 yang terdiri dari dataran yang bervariasi namun didominasi oleh daerah dataran rendah dan rawa-rawa di sepanjang pinggiran Danau Sembuluh. Desa Danau Sembuluh II juga masuk dalam kecamatan Danau Sembuluh. Perkembangan Saat ini Desa Sembuluh II sedang dalam Proses perubahan status dari Desa menjadi Kelurahan di Kecamatan baru yakni Kecamatan Sembuluh Raya[5].

B. Keadaan Sosial dan Budaya
Jumlah penduduk
Jumlah penduduk desa Danau Sembuluh II adalah 2.563 Jiwa yang terdiri dari 1.342 jiwa laki-laki dan 1.221 jiwa Perempuan.

Suku bangsa yang ada
Ragam suku bangsa yang mendiami desa danau Sembuluh II antara lain : Banjar, Dayak, Jawa, Flores, Madura, dan Bugis. Suku bangsa Banjar merupakan suku bangsa mayoritas di desa ini. Mereka juga kerap disebut dengan suku bangsa Banjar Danau Sembuluh atau orang Banjar yang asli berasal dari desa tersebut dan bukan merupakan pendatang.

Sarana dan prasarana umum
Sarana dan prasarana yang ada Desa Sembuluh II juga merupakan sarana dan prasarana bersama desa sembuluh I karena perkampungan dan pusat aktivitas  kedua desa ini posisinya berdampingan.

Agama dan Kepercayaan
Agama Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh semua warga desa Danau Sembuluh II. Hampir seluruh warga desa Danau Sembuluh II adalah muslim. Sangat jarang atau bahkan tidak ada warganya yang memeluk agama/ kepercayaan selain Islam.  

C.  Sumber Ekonomi
Mata pencaharian
Mata pencaharian masyarakat desa sembuluh II secara umum tidak berbeda dengan masyarakat di desa sembuluh I. Sebagian besar masyarakat di desa ini kini berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) pada perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang ada disekitar desa, seperti; PT. Kerry Sawit Indonesia, PT. Mustika Sembuluh,  PT. Sarana Titian Permata, PT. Salonok Ladang Mas dan lain sebagainya.


[1] Arsip Kecamatan Danau sembuluh tahun 2010
[2] Hasil wawancara dengan Bapak Jaliansyah, Kepala Desa Sembuluh I tanggal  5 Febuari 2011
[3] Hasil wawancara dengan Bapak Jaliansyah, Kepala Desa Sembuluh I tanggal  5 Febuari 2011
[4] Hasil wawancara dengan Bapak Jaliansyah, Kepala Desa Sembuluh I tanggal  5 Febuari 2011
[5] Hasil wawancara dengan Bapak Khaidir, Kepala Desa Sembuluh II tanggal  9 Febuari 2011

Tidak ada komentar:

Anda peduli upaya penyelamatan Hak Rakyat dan Hutan Kalimantan? silahkan berikan donasi anda